Meningkat, Kuantitas dan Kualitas Peserta Lomba MTQ Unpad 2010

20 12 2010

[Unpad.ac.id, 20/12] Pada lomba Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang dilangsungkan 18-19 Desember 2010 di lingkungan Kampus Unpad Dipati Ukur, muncul banyak peserta yang potensial untuk dikirim ke MTQ Mahasiswa Nasional di Makassar sekitar Juli 2011 mendatang. Di antara mereka ada yang baru kali ini mengikuti lomba tersebut, sementara lainnya adalah pemain lama.

Salah satu finalis MTQ Unpad sedang tampil di hadapan juri (Foto: Hera Khaerani)

Nursusilawati misalnya, mahasiswa Fakultas Pertanian itu tahun lalu turut dalam lomba Syarhil di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh pada MTQ MN 2009. Tahun ini ia kembali ikut dalam seleksi untuk dua cabang sekaligus, yakni tilawah dan tartil. Lalu ada pula peserta lainnya seperti Hj. Neng Nafisah, Ace Syafe’i, dan Saepudin Hakim yang dulu juga sudah ikut ke lomba di tingkat nasional dan sekarang kembali mengikuti seleksi.

Nursusilawati yang ditemui usai tampil dalam lomba tilawah di Bale Rumawat mengaku ia tidak cukup optimis untuk memenangkan lomba di tingkat universitas kali ini. “Sekarang banyak bibit-bibit baru yang bagus,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Kodilah, salah seorang panitia MTQ Unpad 2010. Ia menyebutkan bahwa pada tahun ini terjadi peningkatan jumlah peserta. Sebagai contoh, di kategori tilawah terdapat 22 orang peserta, tartil 31 orang, dan tahfidz satu juz 23 orang.

Kendala ijin dispensasi
Kendati potensinya kini lebih banyak, Kodilah mengaku bahwa banyak peserta yang terkendala izin untuk memeroleh dispensasi. Sebagai catatan, pada hari yang sama dengan dilangsungkannya perlombaan MTQ ini juga dilakukan pembekalan KKNM 2011 di Kampus Unpad Jatinangor. Lalu ada pula peserta yang tidak bisa meninggalkan praktikum di kampusnya masing-masing.

Akibat persoalan ini, banyak peserta yang kemudian datang terlambat datang dan bingung dalam menentukan hal tersebut. Dampak dari masalah tersebut sangat terasa pada cabang lomba kaligrafi. Kategori lomba ini seharusnya sudah selesai sejak Sabtu (18/12) lalu namun kenyataannya Minggu (19/12) ini sejumlah peserta masih harus menyelesaikan kaligrafi mereka.

Terdapat lima orang peserta laki-laki dan enam orang perempuan pada cabang ini. Nantinya akan diambil masing-masing satu dari laki-laki dan perempuan untuk dikirim ke tingkat nasional. Wildan Hanif, M.Ds. yang merupakan salah seorang juri dalam lomba tersebut menjelaskan bahwa para peserta hanya diberi waktu selama tujuh jam untuk menyelesaikan kaligrafi mereka. Sebagian sudah selesai dari Sabtu lalu dan sebagian masih melanjutkan kaligrafi mereka Minggu ini.

Sementara itu, persoalan yang sama juga berpengaruh pada penundaan dimulainya lomba pada kategori lainnya. Terkait hal ini, Kodilah mengatakan bahwa kelak persoalan yang demikian itu perlu dibenahi agar tidak terulang kembali. 

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: