6 01 2010

Hapsah Bertekad Mengubah Nasib

4 Oktober 2009 123 views No Comment

hapsahBERAKIT-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu demi mengejar kesenangan kemudian. Pribahasa satu ini sangat cocok menggambarkan kehidupan X-star kita minggu ini.

Hapsah begitu nama lengkap wanita asal Indragiri Hilir (Inhil) ini. Belia yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di bangku kelas IX di SMPN 1 Gaung Anak Serka, Inhil ini, selain aktif di organisasi sekolah (OSIS) doski memiliki segudang prestasi, terutama di bidang akademik. Semangat doski tak pernah surut untuk terus belajar dan belajar, kendati orangtuanya hanya bekerja sebagai seorang petani dan hidup serba pas-pasan. Hapsah tetap menanamkan semangat membara dan bertekad membuahkan keberhasilan untuk membuat kedua orangtuanya merasa bangga telah memiliki anak seperti dia.

Bermula dari perantauannya untuk mencari ilmu demi masa depannya kelak, remaja yang terlahir pada 5 Juli 1994 ini, rela berpisah dengan orang tuanya yang berada di Dusun Air Hitam Kuala Gaung. Jarak dusunnya dengan tempat dia bersekolah sekitar 45 Km. Jarak ini hanya bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi air berupa rakit atau sampan.

Di Kecamatan Gaung Anak Serka, doski  hidup mandiri menyewa tempat tinggal sendiri demi mewujudkan keinginannya bersekolah. Anak dari pasangan Harmain dan Kartini ini rela merantau dan hidup sendiri demi mengubah nasib keluarganya menjadi yang lebih baik lagi, apalagi sekarang ada bantauan dana dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS)  jadi keinginan doski untuk bersekolah bisa terwujudkan. “Sekarang saya sudah berada di kelas IX SMP tamat dari sini saya ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi layaknya orang lain yang bisa merasakan bangku SMA maupun perguruan tinggi tapi dapat biaya dari mana? Dan program BOS pun hanya sampai jenjang SMP saja,” katanya.

Ya, mungkin inilah kehidupan bila kita ingin dan bersungguh-sungguh untuk menuntut ilmu ada saja rintangannya seperti doski ini yang kekurangan dana demi mendapatkan ilmu. Walaupun doski berjauhan dengan orang tuanya dan menyinggung masalah biaya hanya pas-pasan tapi doski malah semakin giat dan rajinnya doski belajar dan terus belajar tidak ada kenal kata putus asa dalam hidupnya itu. Dengan pembuktiannya yaitu  segudang prestasi yang cukup membanggakan yang pernah doski raih di antaranya, juara 2 umum pada kelas VIII semester 1, juara 3 umum pada kelas VIII semester 2, juara 2 Olimpiade Biologi tingkat SMP se-Inhil. Pada Agustus lalu doski berhasil pula menjadi utusan Inhil mengikuti Olimpiade Biologi tingkat Provinsi Riau.

“Saya berharap, pemerintah dapat membantu anak-anak miskin seperti saya ini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Karena program BOS hanya sampai SMP saja, setelah tamat kami kembali putus sekolah,” begitulah segelintir harapan doski seperti disampaikan kepada Xpresi beberapa waktu lalu.

Mungkin masih banyak anak Riau lainnya yang memiliki tekad besar seperti Hapsah, namun tak memiliki biaya untuk merealisasikan tekadnya itu. Kendati begitu, bukan berarti doski lantas menyerah dengan keadaannya. Satu pesan doski, jangan mudah putus asa dan jangan menyerah dengan keadaan.(Yunnie-SJ)

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: