6 01 2010

Wahyu Kurniawan Penerus Bakat Keluarga

5 Juli 2009 336 views No Comment

wahyu-kurniawanMENJADI keturunan orang yang berbakat ternyata tak membuat Wahyu Kurniawan puas dengan bakat yang dimiliki orang tuanya. Dalam usia yang cukup muda, ternyata doski juga dapat menelurkan berbagai prestasi yang berkaitan erat dengan bakat yang dimiliki orang tuanya.

Air cucuran atap, jatuhnya ke pelimbahan juga. Ternyata pepatah ini memang pas dengan pribadi seorang Wahyu Kurniawan. Selain berperan menjadi Ketua Generasi Sepuluh SMAN Plus Provinsi Riau, doski juga juga sempat mengembangkan bakat yang ia miliki. Bermula semenjak doski mengenal permainan bola kaki sewaktu masih kanak-kanak, kemampuan doski senantiasa berkembang seiring pertumbuhan umurnya. Menurut remaja kelahiran 30 Juni 1991 ini, bola kaki bukan hanya sebagai permainan di dalam hidupnya. Akan tetapi, bola kaki juga merupakan salah satu solusi baginya untuk melupakan masalah yang dialaminya sejenak.

Sebenarnya untuk berkecimpung di dunia yang penuh rasa sportivitas ini, doski dapat dikatakan cukup gigih dalam mempertahankan hobinya. Berbagai pertentangan dari orang tua ternyata tak mampu mematahkan semangat doski untuk tetap berjuang untuk menjadi pesepakbola terbaik di dunia. Kasih sayang kedua orang tuanya yang berlebih, ternyata telah menjadi motivasi terbesar bagi doski untuk tidak mengecewakan mereka dengan keputusan besar yang telah ia ambil. Terbukti, menginjak usia 18 tahun ini, doski telah mampu memberikan sejumlah prestasi bagi keluarga, sekolah dan masyarakatnya. Patah tulang juga pernah dialami oleh anak kedua dari enam orang bersaudara ini. Karena hal ini juga-lah keluarga doski sempat melarangnya untuk bermain bola kembali.

Apalagi setelah mendapat dukungan penuh dari teman-teman sejawatnya, seorang Wahyu Kurniawan dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki ketangkasan yang penuh dalam bertanding. Debut juara pun sering ia peroleh akibat kerja kerasnya. Latihan rutin pun akhirnya membuahkan hasil yang manis. Hal ini dapat dilihat ketika doski dinobatkan sebagai Top Scorer Piala Chevron tahun 2007.

Tentu saja hal ini belum cukup bagi seorang Wahyu Kurniawan yang ternyata juga merupakan salah satu tim Olimpiade Kebumian di SMAN Plus Provinsi Riau. Selain berprestasi di bidang non-akademik, ternyata doski memiliki berbagai prestasi unggulan di bidang akademik. Seperti pada tahun ini, doski lulus dalam pemilihan calon peserta Olimpiade tingkat kabupaten dan sekarang sedang menanti hasil seleksi Olimpiade Kebumian di tingkat Provinsi. Hmm… Ternyata doski juga berperan aktif di sekolahnya. Selain menjadi ketua angkatan kesepuluh SMAN Plus Provinsi Riau, ternyata cowok penggemar music klasik ini juga merupakan anggota delapan di sekolahnya.

Mengepakkan sayapnya di dunia sepak bola ternyata telah membuat doski percaya akan hukum alam dan janji  Allah SWT. Berbagai event pertandingan sepakbola yang selama ini telah dijalaninya membuat doski merasa perlu untuk lebih mengasah kemampuan dan bakat yang ia miliki. Walaupun telah menjadi pemain terbaik Riau pada tahun 2005, doski mengaku tidak akan sombong dan meninggalkan latihan yang selama ini telah dijalaninya. Baginya, dukungan orang tua, saudara, dan teman-teman seangkatannya merupakan suatu hal yang dapat membantunya untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pemain sepakbola terbaik di dunia. “Sampai kapanpun, aku bakalan tetap bermain bola. Karena itu adalah jiwaku”, ungkapnya seraya tersenyum puas.

Begitu kuat karakter seorang ayah yang mengalir dalam dirinya. Sehingga doski berharap agar setiap keputusan yang telah ia ambil menjadi suatu hal yang dapat membanggakan kedua orangtuanya. Menjadikan hidupnya sebagai intan yang senantiasa menjadi pengobat rindu orang tuanya yang ada di sana. Karena pada saat ini, doski tengah menuntut ilmu di SMAN Plus Provinsi Riau.

Setelah mendapatkan dukungan yang tidak sepenuhnya dari kedua orang tuanya, ternyata doski juga mendapatkan dukungan dari abang sulungnya yang juga merupakan pemain bola yang tergolong berhasil. Doski mengakui bahwa seluruh saudaranya yang berjumlah lima orang itu sepertinya juga mengikuti jejak ia dan ayahnya. Apalagi kalau bukan berkecimpung di dunia bola. Mengabdikan diri untuk permainan yang hingga saat ini tetap menjadi favorit sebagian kaum adam di muka bumi, ternyata membuahkan hasil yang memuaskan bagi seorang Wahyu Kurniawan. Apalagi doski memiliki beragam kecakapan di segala bidang.
“Semoga dengan apa saja hal yang aku miliki, aku dapat lebih menjalani hidup ini mandiri. Agar kelak aku dapat mengisi hari-hariku dengan sesuatu yang kuanggap berharga. Karena, siapa lagi yang akan menggantikan posisiku dalam menjalani setiap episode kehidupan yang hanya datang sekali saja seperti ucap doski dengan mata yang berbinar-binar.
Tekad yang kuat dan usaha yang keras telah menuntun seorang Wahyu Kurniawan maju selangkah demi menggapai cita-citanya. Namun, apakah kita bisa menjadi seperti doski, yang senantiasa menjadikan rintangan sebagai motivasi terbesar pembangun kepercayaan. (Yelna-CCMD)

BIODATA
Nama : Wahyu Kurniawan
Panggilan: Wahyu
TTL: Bangkinang, 30 Juni 1991
Hobby: main bola
Cita-cita: pengusaha
Sekolah: SMAN Plus Provinsi Riau
Musik Favorit: klasik dan pop
Nama Orangtua: Afrizal Halim dan Ramni
Prestasi:
* Pemain Terbaik Riau 2005
* Top Scorer Piala Chevron 2007
* Membela Riau dalam Liga Bogasari
* Membawa tim PSBS dalam 16 besar nasional
* Peserta OSP Kebumian 2009
* Medali Emas Porseni 2006


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: