8 01 2010

Prof. Faisal Afiff Raih Penghargaan Honorific Decoration dari Pemerintah Belgia

Laporan oleh : Marlia

[Unpad.ac.id, 14/07] Guru Besar Fakultas Ekonomi Unpad, Prof. Dr. Faisal Afiff, Spec Lic., memperoleh penghargaan Honorific DecorationOfficier de `ordre de la Couronne” dari Pemerintah Belgia. Penghargaan tersebut diberikan atas dukungan personal yang telah dilakukan Prof. Faisal dalam membangun hubungan yang baik antara Belgia dan Indonesia. Rencananya, penghargaan tersebut akan disampaikan oleh Duta Besar Pemerintah Belgia di Indonesia saat pelaksanaan Belgium National Day di rumah kediaman Duta Besar Belgia, Marc Trenteseau, di Jakarta pada Selasa (21/07).

Prof. Faisal Afiff (Foto: Tedi Yusup)Prof. Dr. Faisal Afiff, Spec Lic. (Foto: Tedi Yusup)

Selain Prof. Faisal, terdapat tiga orang Indonesia lainnya yang mendapat penghargaan serupa, yaitu Destra Percaya dan Hatanto Reksodiputro dari Departemen Luar Negeri Republik Indonesia dan pengusaha Indonesia Mohctar Riady. Penghargaan tersebut diberikan oleh Raja Belgia melalui Duta Besar Belgia untuk Indonesia.

Profesor kelahiran Cirebon, 9 November 1939, ini merupakan doktor lulusan luar negeri bidang pemasaran pertama dari Indonesia yang telah menorehkan prestasi di bidang pengembangan ilmu pemasaran dan penerapannya. Sesuai dengan keahliannya, Prof. Faisal kerap menulis buku-buku, karya tulis, dan artikel di media massa berkaitan dengan ilmu pemasaran. Tidak hanya itu, ia juga sering menjadi konsultan pemasaran dan pembicara di berbagai forum ekonomi baik di dalam maupun di luar negeri.

Bagi Prof. Faisal sendiri, negara Belgia sudah tidak asing lagi. Setamatnya kuliah di Fakultas Ekonomi Unpad, ia melanjutkan ke Fakultas Ekonomi Universitas Gent, Belgia untuk mengambil Spesialis dalam Ilmu Marketing dan Distribusi dan gelar Doktor Ilmu Ekonomi. Tidak hanya itu, Prof. Faisal juga aktif mengembangkan berbagai kerja sama antara pemerintah Belgia dengan Indonesia khususnya dengan Unpad.

“Saya sudah merintis kerja sama ini sejak sekitar tahun 1983. Kerja sama ini pada awalnya kerja sama antar pemerintah, G to G, dan kemudian dikembangkan atas inisiatif sediri menjadi lebih spesifik atara Unpad dan Pemerintah Belgia,” jelas Prof. Faisal.

Melalui kerja sama yang dirintisnya, Unpad telah mengirimkan beberapa dosennya untuk melanjutkan kuliah untuk jenjang S-2, S-3 dan program fellowship dengan berbagai latar belakang ilmu. Tercatat yang pernah mengenyam pendidikan di Belgia melalui kerja sama ini antara lain Prof. Dr. H. Nen Amran, M.Ec., Prof. Dr. Yuyun Wirasasmita M.Sc., dan lain-lain. Mereka mendapatkan beasiswa yang dibiayai oleh Belgian Administration for Development Cooperation (BADC).

“Tidak hanya dengan Unpad, saya juga membantu beberapa universitas swasta seperti Universitas Siliwangi, Universitas Parahyangan, Univeristas Pasundan dan lain-lain untuk kerja sama dengan pemerintah Belgia di bidang pendidikan ini,” ujar Prof. Faisal.

Satu hal yang ia tekankan khususnya pada para dosen dan mahasiswa yang akan kuliah di luar negeri, terutama di Belgia, adalah kemampuan bahasa asing. “Saya banyak mendapat keluhan dari dosen-dosen di Belgia mengenai kemampuan bahasa Inggris mahasiswa dari Indonesia yang masih rendah. Padahal di Belgia, mahasiswa tidak hanya dituntut cakap berbahasa Inggris, kita juga dituntut untuk menguasai bahasa Perancis dan bahasa Belanda untuk berkomunikasi sehari-hari,” ujar Prof. Faisal.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: