7 02 2010

Tahun Ini, Daftar Ulang SMUP Sebelum Pelaksanaan SNMPTN

05 Februari 2010

Laporan oleh: Marlia

[Unpad.ac.id, 5/02] Unpad kembali membuka pendaftaran Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) untuk berbagai jenjang pendidikan. Dibandingkan dengan SMUP tahun sebelumnya, penyelenggaraan kali terdapat beberapa perbedaan yang cukup mendasar. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak mengurangi tekad Unpad untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada calon mahasiswa yang masuk Unpad melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Seleksi Masuk Unpad 2010Rektor, Pembantu Rektor I, dan Ketua Unit Pelaksana SMUP menjawab pertanyaan para wartawan (Foto: Tedi Yusup)

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, calon mahasiswa yang lulus SMUP dan juga lulus SNMPTN diperkenankan memilih salah satu jalur masuk ke Unpad. Hal ini dimungkinkan karena waktu pendaftaran ulang ke Unpad dilakukan setelah pengumuman SNMPTN, dan pendaftarannya pun dilakukan bersamaan, baik bagi peserta yang lulus SMUP maupun yang lulus SNMPTN. Namun, pada tahun ini, waktu pengumuman dan pendaftaran ulang dilakukan sebelum pelaksanaan SNMPTN. Dengan demikian, bagi yang sudah lulus SMUP harus mendaftar ulang bila tidak ingin statusnya digugurkan atau dianggap mengundurkan diri.

“Pada dasarnya, SMUP ditujukan kepada orang-orang yang secara intelektual baik dan secara ekonomi mampu. Dengan demikian, ini menjadi tidak adil bagi orang yang tidak mampu secara ekonomi, karena kesempatan mereka untuk masuk Unpad melalui jalur SNMPTN yang lebih murah, tersisihkan oleh orang lain yang lebih mampu secara ekonomi,” jelas Rektor dalam acara Konferensi Pers “SMUP 2010” di  Executive Lounge, Gedung Rektorat Baru Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (5/2).

Berdasarkan kajian yang dilakukan Unpad, jumlah peserta yang diterima di dua jalur masuk tersebut dan lebih memilih SNMPTN, cukup besar jumlahnya. “Ada sekira 30-40% peserta yang lebih memilih SNMPTN. Padahal bila kesempatan ini diberikan kepada mereka yang kurang mampu secara ekonomi, tentu akan lebih baik. Untuk itu, Unpad ingin menegakkan keadilan,” lanjutnya.

Selain itu, Rektor juga menjelaskan bahwa perbedaan yang lain adalah, mulai tahun ini seluruh pendaftaran dilakukan secara online, tidak ada yang offline. Pada tahun sebelumnya, Unpad bekerja sama dengan beberapa instansi pendidikan menjual formulir pendaftaran, sedangkan tahun ini, calon peserta harus melakukannya secara online.

Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, pembelian PIN SMUP dapat dilakukan mulai 8 Februari 2010. Untuk pendaftaran SMUP untuk jenjang S-1 yang akan mengikuti ujian di Bandung, pembelian PIN dan pengisian biodata secara online dapat dilakukan mulai tanggal 8 Februari hingga 19 April, dan pengiriman berkas pada tanggal 20 April 2010. Sedangkan bagi yang akan mengikuti ujian di luar Bandung, waktu pembelian PIN dimulai pada tanggal 8 Februari hingga 9 April 2010, dan pengiriman berkasnya paling lambat tanggal 20 April 2010.

Menurut Kepala Unit Pelaksana SMUP, Prof. Dr. Ir. Dadi Suryadi, M.S., ujian akan dilaksanakan 14 lokasi, antara lain di Bandung (kampus Unpad dan sekitarnya), Jatinangor (kampus Unpad), di beberapa SMA dan madrasah di Jawa Barat dan sekitarnya, Jakarta, Banten di Padang dan Bontang, Kalimantan Timur. Pelaksanaan SMUP ini juga dapat diikuti oleh mahasiswa asing, seperti Malaysia.

Ia juga menambahkan pada SMUP kali ini, komponen biaya yang harus dibayarkan oleh peserta yang lulus SMUP tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun lalu. Sebagai gambaran, pada tahun sebelumnya, ada tiga komponen biaya yang harus dibayarkan, yaitu Dana Mahasiswa Baru sebesar Rp 2 Juta, Biaya Penyelenggaraan Pendidikan sebesar Rp 2 Juta dan Dana Pengembangan Pendidikan yang besarnya bervariasi tergantung fakultasnya. Dana ini berkisar Rp 10 Juta hingga Rp 175 Juta untuk Fakultas Kedokteran.

Pembantu Rektor Bidang Akademik Unpad,Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti yang hadir pada acara tersebut juga menyampaikan bahwa daya tampung Unpad bagi peserta dari jalur SMUP S-1 tidak mengalami perubahan, yaitu sekira 3.100 mahasiswa. Untuk program D-3 dan Ektensi, Unpad telah mengurangi jumlah program studinya di beberapa fakultas.

“Walaupun kami mengurangi daya tampung dan program studi D-3 dan Ekstensi, tapi kami kami menambah daya tampung untuk pascasarjana,” jelas Prof. Husein.

Menanggapi hal tersebut, Rektor menjelaskan bahwa penutupan ini dikarenakan pasar program studi tersebut telah jenuh. Selain itu, para mahasiswa D-3 yang harusnya ditujukan untuk program vokasional, malah menjadikan D-3 sebagai batu loncatan untuk ke S-1 melalui jalur Ekstensi.

Informasi lebih lanjut mengenai SMUP ini dapat dibuka di website SMUP http://smup.unpad.ac.id. kami juga membuka layanan call center SMUP 2010 di nomor telepon (022) 253-3737. “Kami siap melayani dan membantu memandu pengisian biodata dan segala masalah yang berhubungan dengan SMUP ini,” jelas Prof. Dadi. (eh)*

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: