28 02 2010

Sarifah Alia Raih IPK Tertinggi, Berharap Bisa ke Jerman

Laporan oleh: Marlia

[Unpad.ac.id, 25/02] Lulus dengan waktu studi yang cepat dan menghasilkan IPK tinggi, tentu menjadi cita-cita banyak mahasiswa. Begitu juga dengan Sarifah Alia, mahasiswa Sastra Jerman, Fakultas Sastra Unpad yang diwisuda hari ini, Kamis (25/2). Dengan kegigihannya, ia berhasil meraih IPK tertinggi pada pelaksanaan Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2009/2010, yaitu 3,99. Sarifah Alia yang akrab dipanggil Alia ini pun berhasil lulus dengan masa studi 3,5 tahun, terbilang paling cepat dibandingkan rekan-rekan se-angkatannya.

Sarifah Alia (Foto: Tedi Yusup)

Alia yang ditemui di Ruang Website Unpad menjelaskan bahwa sejak SMA di Madura, ia sudah tertarik untuk melanjutkan kuliah di Jerman. Namun, karena keluarganya tidak mengijinkan, ia lebih memilih melanjutkan studi di Sastra Jerman Unpad dan berharap cita-citanya ke Jerman akan terwujud setelah ia lulus.

Rupanya keinginan tersebut akhirnya bisa ia peroleh. Awalnya Alia ingin mengikuti program Au-pair, sebuah program untuk tinggal dan mengurus satu keluarga di Jerman serta belajar bahasa Jerman di Jerman. Tak disangka, calon keluarga yang akan menerimanya adalah seorang pengusaha ekspor-impor di Jerman. Alih-alih bekerja sebagai pengurus keluarga, Alia malah diminta membantu urusan bisnisnya di Indonesia. Bahkan Alia sempat diminta menangani bisnis mereka di Indonesia.

“Tapi saya tidak mau, saya tetap ingin ke Jerman. Oleh karena itu, saya diminta menjadi sekretarisnya di Jerman. Saya juga berharap di Jerman nanti saya bisa melanjutkan kuliah S-2,” jelas anak ke-4 dari empat bersaudara ini.

Pada awalnya, mendalami literatur bahasa Jerman ini dianggap sulit oleh Alia. Tapi dengan rajin berlatih dan bimbingan dosen-dosennya, Alia berhasil lulus bahkan mendapatkan IPK yang tinggi. Menjelang akhir kuliahnya, Alia sempat mengajar bahasa Jerman di sebuah kursus bahasa di Jatinangor.

Selama kuliah, Alia merasa sangat terkesan dengan jurusannya. “Saya senang kuliah disana, dosen-dosennya baik, cara mengajarnya enak dan cukup berpengalaman. Apalagi banyak diantaranya yang sudah pernah kuliah di Jerman,” lanjutnya.

Hampir seluruh mata kuliah yang diambilnya, berhasil diraih Alia dengan nilai A. Hanya ada satu mata kuliah yang mendapat nilai B, yaitu mata kuliah oratoria. “Sayangnya, ketika hendak mengulang, mata kuliah tersebut sudah ditiadakan,” lanjutnya.

Semasa kuliah, Alia juga cukup aktif di organisasi di kampusnya. Ia sempat menjadi pengurus di himpunan mahasiswa sastra Jerman. Selain prestasi akademisnya, Alia juga pernah meraih juara pertama pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian untuk bidang humaniora di tingkat Unpad.

Di penghujung wawancara, Alia mengharapkan Unpad dapat meningkatkan pelayanannya khususnya di bidang administrasi. Selain itu, ia mengharapkan buku-buku referensi khususnya untuk sastra Jerman diperbanyak. (eh)*

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: