KKN Bersama Mahasiswa-Dosen

5 10 2010

Selama ini banyak kritik dari berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Unpad. Mata kuliah wajib di luar kampus ini dianggap kurang tepat guna dan tidak ada pula keberlanjutannya. Kritik yang telah lama terlontar itu akhirnya ditanggapi juga oleh pengelola Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Unpad, yang baru-baru ini telah disatulembagakan dengan Lembaga Penelitian. Kini namanya LPPM Unpad (lihat “Berita Utama” Warta LPPM edisi Februari 2009).

Mulai tahun ini LPPM menerapkan paradigma baru dalam pelaksanaan KKNM.  Pelaksanaan KKNM pada Juli-Agustus mendatang dipadukan dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh para dosen.

“Namanya adalah Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat Dosen (KKNM-PKMD) Integratif. Hal itu dilatarbelakangi oleh keinginan kita untuk mendayagunakan KKN sekaligus juga pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen,” ungkap Sekretaris LPPM Unpad, Sondi Kuswaryan, M.S. kepada Warta LPPM, baru-baru ini di kantor lama LPM, di Jl Banda, Bandung.

Selain menjawab kritikan, penerapan KKNM-PKMD Integratif  juga merupakan upaya  LPPM membuat program yang berkesinambungan dalam pembinaan desa. Jadi nanti dalam KKNM-PKMD terpadu tersebut Unpad memiliki desa binaan. Suatu desa kelak dibina tidak hanya setahun, tapi sekurang-kurangnya lima tahun. Tiap desa binaan Unpad  akan memeroleh beberapakali kali layanan peserta KKNM-PKMD Integratif.

Menurut Sondi, mekanismenya juga mengalami reformasi (pembaruan) di berbagai sisi. Mula-mula tim dari Divisi KKN LPPM mengobservasi desa-desa yang membutuhkan bantuan atau pengembangan masyarakat setempat. Setelah tim itu  mengidentifikasi dan memetakan dengan benar masalah nyata dan serius di desa yang bersangkutan, LPPM menyosialisasikan masalah itu kepada para dosen melalui fakultas-fakultas. Kemudian para dosen membuat proposal PKM yang dipadukan dengan KKNM. Dengan demikian, isi program KKNM-PKMD yang diusulkan dalam proposal benar-benar klop atau sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi masyarakat desa yang akan disasar.

Model KKNM-PPMD Intergratif sebetulnya tidak jauh berbeda dengan KKNM yang selama ini dilaksanakan Unpad.  KKNM bertujuan agar mahasiswa bisa menyusun suatu program, yaitu melakukan observasi, identifikasi masalah, dan kemudian menentukan program apa yang bisa dilaksanakan.

“Bedanya, perencanaan PKM berasal dari tim dosen yang terdiri dari satu ketua dan dua anggota, sedangkan KKN dari mahasiswa. Nah, ini diintegrasikan. Jadi pelaksanaannya, dosen melakukan observasi yang dituangkan dalam bentuk proposal, mahasiswa juga melakukan observasi untuk menentukan program apa yang akan dilakukan di desa itu. Yang berbeda itu, dosen menyusun proposal jauh sebelum pelaksanaan, sedangkan mahasiswa menyusun program ketika sudah di lapangan,” jelas Sondi.

Tidak Cukup Waktu Sosialisasi

Dosen senior Fakultas Peternakan itu mengungkap-kan, pada Maret-April 2009 ini telah masuk 134 proposal dosen ke LPPM. Jumlah ini jelas jauh melebihi ekspektasi LPPM, yang hanya 40 proposal. Namun bila dibandingkan dengan jumlah seluruh dosen di Unpad (lebih dari 2000 orang), maka jumlah itu tergolong kecil. Ternyata  semua (134) proposal itu diajukan oleh kurang-lebih 402 dosen saja dari sekitar 1900 dosen Unpad. Tampak jelas, sebagian besar dosen Unpad belum ambil bagian dalam membuat proposal KKNM-PKMD Integratif ini. Maklumlah, masa sosialisanya relatif singkat, sehingga sampai kini masih banyak sekali dosen yang tak mengetahuinya.

Ketua Divisi Pengelolaan dan Pengembangan KKN, LPPM, Dr. Zainuddin pada kesempatan terpisah mengemuka-kan, meskipun jumlah proposal yang masuk ke LPPM sudah cukup banyak, namun isi sebagian proposal itu tidak/belum sesuai dengan harapan LPPM. Isi proposal umumnya memang sudah bagus, tapi secara operasional belum sesuai dengan target. Oleh karena itu, pihak pengelola LPPM mencoba melihat kemungkinan perubahan lokasi atau sasaran.

Jika proposal yang diajukan tim dosen ini diterima, maka salah satu dari tiga anggota pembuat proposal harus bersedia menjadi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Tiap DPL mendampingi dua kelompok KKNM (satu kelompok KKNM beranggotakan 30 mahasiswa) di dua desa.  Mahasiswa dan dosen akan bersama-sama melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa-desa di Jawa Barat. Kegiatan KKNM-PKMD Integratif haruslah berdasarkan tema yang ditetapkan dalam proposal, namun tidak tertutup kemungkinan perubahan agar benar-benar sesuai dengan kondisi tiap desa yang dibina.

DPL menjadi asisten dalam penyusunan program yang dilakukan oleh mahasiswa. Tiap desa  ditempati 30 mahasiswa dari minimal empat fakultas. Tiap mahasiswa wajib membuat rencana kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa setempat. Mahasiswa dapat melakukan ini karena mereka sudah terlebih dahulu mengamati desa yang akan mereka layani.

“Pada dasarnya mahasiswa harus mampu menangkap apa yang dibutuhkan masyarakat desa, lalu disesuaikan dengan disiplin ilmunya. Melalui proses urun rembug bersama, setiap individu dari bidang ilmu spesifik sendiri-sendiri berkumpul, kemudian membahas masalah yang diidentifikasikan versi bidang studinya. Itu menjadi bentuk kegiatan yang benar-benar diaplikasikan,” tambah dosen senior Fakultas MIPA ini.

Mobilisasi 3.000 Mahasiswa

Sejak pendaftaran KKNM secara online hingga akhir pendafataran (30 April lalu), LPPM mencatat  3.389 orang peserta KKNM tahun ini. Namun LPPM belum bisa memastikan apakah semua mahasiswa itu bisa ikut KKNM-PKPD Integratif. KKN Juli-Agustus 2009 merupakan masa transisi, baik dalam hal pelaksanan maupun dalam hal  penerimaan (rekrutmen) peserta. Para pengelola LPPM akan belajar dari pengalaman pada masa peralihan ini.

“Saya kira dengan jumlah  3.000 mahasiswa, mobilisasinya akan menimbulkan masalah. Teknisnya, mungkin kami akan memberangkatkan 3.000 mahasiswa secara bertahap selama tiga hari berturut-turut. KKN baru dimulai pertengahan Juli karena ada Pemilihan Presiden pada 8 Juli. Biasanya dimulai awal Juli,“ ungkap Sondi pula.

Model baru KKNM-PPMD ini akan menjadi model KKN selanjutnya.  Kelak  KKNM-PKMD Integratif dilaksanakan dua kali setahun pada tiap akhir semester.

Seperti biasa mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah KKNM  harus telah lulus minimal 110 SKS. Asumsinya, mahasiswa peserta KKNM memiliki IPK baik, rata-rata mengambil dan luus 20 SKS per semester. Jadi, dalam enam semester mahasiswa yang bersangkutan sudah melunasi 120 SKS. Dengan program studi S1 selama delapan semester, berarti mahasiswa diasumsikan sudah menguasai 75% disiplin ilmunya. Mahasiswa  diharapkan bisa melihat segala sesuatu dari disiplin ilmunya.

Ada kekhawatiran di kalangan mahasiswa, pelaksanaan KKNM–PPMD Integratif akan membatasi kreativitas mahasiswa.  Zainuddin menyatakan, mahasiswa tidak perlu takut terhadap paradigma baru KKN. Mungkin ada kekhawatiran dari paradigma lama dengan sistem tematik. Takutnya mahasiswa menganggap kreativitasnya dibatasi, karena mahasiswa melakukan kegiatan yang sebenarnya kegiatan dosen.

“Sama sekali tidak begitu, karena ada kegiatan yang direncanakan sendiri oleh mahasiswa,” tegas Zainuddin.

Jabar Selatan Jadi Sasaran

Mulai tahun ini (2009) KKNM dilaksanakan di lima kabupaten di daerah Jabar Selatan, yaitu Cianjur, Ciamis, Sukabumi, Garut, dan Tasikmalaya. Tentunya ada alasan mengapa KKNM tahun ini berbeda dari wilayah KKN sebelumnya. LPPM mengamati adanya perbedaan perlakuan dan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) antara daerah Jabar Utara dan Jabar Selatan. Masyarakat di Jabar Selatan pada umumnya terisolasi.

Dosen tak cukup sibuk mengajar dan mendidik para mahasiswa yang jumlahnya memang terus semakin membengkak serta melakukan penelitian belaka. Dosen juga harus sibuk mengabdikan ilmu masing-masing kepada masyarakat, terutama melalui program KKNM-PKMD Integratif. Rakyat desa-desa Jabar dengan penuh harap terus menanti pengabdian kita. Jangan kecewakan saudara-saudara kita yang jauh tertinggal itu! ***Purwaningtyas Permata Sari & Yesi Yulianti. els_potter@yahoo.co.id dan yessi_yulianti@yahoo.com)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: