Tahun 2011, 70% Dana Penelitian Berbentuk Block Grant

5 10 2010

[Unpad.ac.id, 4/10] Unpad telah bersiap untuk mengantisipasi dana penelitian dari Direktorat Jendral Perguruan Tinggi (Dikti) berbentuk block grant. Rencananya pada tahun 2011 mendatang sebanyak 70% dana penelitian akan berbentuk block grant, dan diharapkan mampu digunakan untuk meningkatkan kualitas-kualitas penelitian Unpad.

Prof. Oekan S. Abdoellah, M.A., Ph.D (Foto: Dadan T.)

Block grant itu artinya dana penelitian itu akan diserahkan kepada universitas. Kemudian tergantung universitas sendiri, bagaimana kita akan menggunakannya untuk menuju penelitian-penelitian berkualitas,” tutur Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Unpad, Prof. Oekan S. Abdoellah, M.A., Ph.D.

Saat ditemui disela-sela acara Penataran dan Lokakarya Metodologi Penelitian Tingkat Lanjut bagi Dosen Unpad, di Ruang Serba Guna (RSG) Gedung 1, Lantai 3, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Senin (4/10). Prof. Oekan mengatakan bahwa skema block grant tersebut tetap berdasarkan kompetitif, namun kompetetif untuk tingkat universitas, bukan dalam tingkat  nasional.

“Dengan demikian untuk mendapatkan dana, ketergantungan kita kepada pusat cuma 30%. Maka kita mempunyai keleluasaan bagaimana menggunakannya, namun tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tetap berlaku kompetitif di tingkat universitas, jadi bukan kemudian kompetitifnya di tingkat nasional,” jelas Prof. Oekan.

Dengan adanya rencana dana penelitian berbentuk block grant pada tahun 2011 ini, Prof. Oekan mengatakan bahwa mulai sekarang Unpad harus segera memikirkan untuk mengantisipasi supaya dapat menggunakan dana tersebut dengan bertanggungjawab untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas.

“Ini masih dalam pemikiran, antisipasi bagaimana kalau kita nanti mendapatkan dana tersebut. Mulai sekarang kita harus sudah mulai pikirkan. Keuntungannya, dengan 70% kita dipercaya untuk mendapatkan dana tersebut dan bisa memajukan terutama penelitian-penelitian yang sudah kuat. Untuk menjadi world class university, tentunya kita harus mengedepankan kualitas penelitian,” ungkapnya.

Prof. Oekan menghimbau supaya mulai dari sekarang, Unpad harus segera melakukan identifikasi-identifikasi para peneliti Unpad untuk lebih memvariasikan penelitian dan mengembangkan penelitian yang lebih berkualitas.

“Selanjutnya, pertama kita melakukan identifikasi pelaku-pelaku penelitian kita supaya tidak yang itu-itu lagi. Kita juga perlu memberikan kesempatan kepada pendidik “junior” untuk bisa mengikuti kompetisi yang sesuai dalam mendapatkan dana penelitian,” himbaunya.

Dalam ceramahnya, Prof. Oekan mengharapkan dua hal yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh seluruh civitas academica Unpad dalam melakukan penelitian. “Pertama adalah jangan jadikan dana penelitian menjadi penghasilan tambahan, kedua jagalah kepercayaan pihak mitra jika penelitiannya berkolaborasi,” harapnya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: