Perjuangan Panjang Menembus Jurnal Ilmiah

12 10 2010

[Unpad.ac.id, 10/10] “Semangat!” Itulah pesan Zahrotur Rusyda Hinduan kepada civitas academica Unpad yang berniat menulis artikel ke jurnal ilmiah. Banyak penulis yang patah harapan begitu tulisan mereka ditolak penerbitan. Hal yang sama juga menimpa mereka yang mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional. Padahal, untuk memulai menulis saja sudah dibutuhkan komitmen yang kuat untuk membagi waktu.

Zahrotur Rusyda Hinduan (Foto: Hera Khaerani)

Pada oral presentation dalam rangka Dies Natalis ke-49 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran yang berlangsung 7-8 Oktober itu, tampil sebagai salah satu pembicara adalah Rusyda yang merupakan tenaga pengajar bidang Psikologi Industri dan Organisasi. Rusyda berbagi kisahnya dalam perjuangan panjang mempublikasikan artikel di jurnal ilmiah dan menyampaikan beberapa kiat untuk menyiasati para peninjau tulisan di jurnal ilmiah.

Menurut Rusyda, sebelum mengirimkan tulisan, ada baiknya kita memperhatikan dengan seksama karakteristik tulisan yang memang diinginkan oleh jurnal yang dituju. Biasanya pada setiap terbitan, disebutkan jenis-jenis artikel yang akan diangkat, jadi sudah ada patokan penelitian yang diharapkan.

Secara umum terdapat empat jenis artikel yang mendapat tempat di jurnal ilmiah, yakni artikel umum, artikel penelitian, artikel laporan, juga laporan pendek, komentar, dan surat. Artikel umum memberikan perspektif baru atau pandangan kritis terhadap suatu permasalahan atau metodologi penelitan. Sementara artikel penelitian menyajikan teori baru, metode baru, data baru, maupun kombinasi dari ketiganya. Lalu laporan penelitian menyajikan laporan dari hasil penelitian. Terakhir adalah laporan pendek, komentar, dan surat yang mengritisi artikel yang terbit atau bisa juga pengalaman singkat tentang suatu topik tertentu. Di antara keempat jenis artikel, hanya jenis terakhir yang tidak memerlukan abstrak.

Setiap jurnal itu berbeda, baik dari segi topik, tipe jurnal, cakupan, tingkat penolakan. Mereka juga memiliki petunjuk penulisan yang berbeda. Maka dari itu, ada baiknya petunjuk penulisan itu diunduh melalui situs resmi jurnal bersangkutan.

Reviewer itu sangat kejam, jadi jangan buat kesalahan kecil atau teknis yang membuat mereka marah duluan. Dengan begitu mereka akan melihat isinya terlebih dahulu,” tutur Rusyda terkait pentingnya mengikuti aturan penulisan dan memeriksa ulang tulisan sebelum mengirim artikel.

Sementara itu, berbicara tentang tingkat penolakan tentu sangat variatif bergantung pada jurnalnya. Mempertimbangkan tingkat penolakan ini membantu penulis menakar diri. Kalau ingin menantang diri, tentu akan lebih baik jika langsung mencoba dari yang tingkat penolakannya tinggi. Kalau ingin strategi yang lain, tak ada salahnya memulai mengirim ke jurnal yang tingkat penolakannya tak begitu tinggi.

Tahapan selanjutnya adalah menunggu. Meski menunggu mungkin tidak ada di urutan-urutan awal daftar hal yang Anda sukai, penulis tidak punya pilihan selain menunggu jawaban dari penerbit. Bentuk jawaban ini bisa dalam tiga bentuk, diterima dengan perubahan kecil , diterima dengan banyak perubahan, atau ditolak. Biasanya jawaban itu disampaikan dua hingga tiga bulan pasca tulisan dikirim.

Sekalipun jawaban sudah kita terima, penantian panjang tidak serta merta berhenti. “Sejak dikabari tulisan diterima, saya masih harus menunggu 1,5 tahun sampai akhirnya benar-benar dicetak dan dipublikasikan,” ungkap Rusyda tentang tulisannya yang dimuat di Asia Pacific Jurnal of Human Resource Management.

Selain dimuat di jurnal internasional tersebut, artikelnya juga dimuat di Akta Medica, sebuah jurnal Indonesia yang berskala internasional juga.

“Kalau tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu, bisa atau tidak,” pungkasnya menyemangati civitas academica Unpad lainnya untuk menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya.

 

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: