Penentuan Rektor, Mendiknas Hanya Miliki 35% Hak Suara

13 10 2010

[Unpad.ac.id, 12/10] Momentum pemilihan Rektor Unpad saat ini cukup banyak mengundang perhatian, salah satunya dari para mahasiswa. Dalam pemilihan Rektor Unpad periode 2011-2015 ini tidak sedikit mahasiswa yang kemudian bertanya-tanya sejauh mana keterlibatan atau peran mahasiswa dalam pemilihan ini. Dalam peraturan Senat Universitas Padjadjaran No. 003/H6.25/HK/2010 tentang Tata cara Pemilihan Calon Rektor Universitas Padjadjaran dijelaskan bahwa Rektor baru dipilih melalui sidang Pleno Senat Universitas.

Prof. Dr. Johan S. Mashjur (Foto: Tedi Yusup)

“Pada sidang pleno tersebut, yang berhak memilih adalah Anggota Senat Universitas Padjadjaran. Namun, nantinya akan ada juga empat unsur yang berlaku sebagai peninjau, yaitu para perwakilan alumni, tenaga kependidikan, guru besar emeritus, dan perwakilan mahasiswa,” tutur Ketua Panitia Pemilihan Calon Rektor Unpad 2011-2015, Prof. Dr. Johan S. Mashjur, dr., SpPD-KEMD, SpKN., dalam acara Sosialisasi Pemilihan Rektor Unpad yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa PAAP Fakultas Ekonomi, di Ruang Serba Guna Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Selasa (12/10).

Prof. Johan menjelaskan bahwa proses pemilihan saat ini telah memasuki tahapan sosialisasi. Penjaringan calon telah dilaksanakan pada akhir September lalu, dimana kemudian ditetapkan lah 8 calon Rektor. Dalam tahap sosialisasi ini, senat menyerahkan sepenuhnya kepada Bakal Calon Rektor atau kepada civitas academica untuk melaksanakan kegiatan sosialisasinya.

Dalam acara ini Prof. Johan menjelaskan perubahan pada tata cara pemilihan Rektor Unpad dari yang sebelumnya mengacu pada peraturan Senat Universitas Padjadjaran No. 003/H6.25/HK/2010 kepada tata cara pemilihan Rektor berdasarkan Permendiknas No 24 tahun 2010.

Lebih lengkap Prof. Johan mengatakan bahwa terkait referensi Permendiknas No 24 tahun 2010, perubahan hanya ada pada tata cara pemilihan. Pada mulanya, Ke-8 nama calon rektor ini akan disaring dan diambil menjadi lima besar. Kelima balon terpilih ini kemudian akan diminta untuk memaparkan program atau visi dan misinya di hadapan Senat Universitas. Kemudian akan dikerucutkan kembali menjadi tiga nama yang akan diajukan kepada Menteri Pendidikan Nasional.

Namun, Prof. Johan kemudian mengatakan bahwa perubahan akhirnya terjadi seiring dengan ditetapkannya Permendiknas 24 tahun 2010 pada tanggal 4 Oktober lalu. Setelah muncul tiga nama, maka akan dilakukan pemilihan tahap II pada hari yang sama, untuk menetapkan seorang rektor. Menurut Pasal 6 Permendiknas 24 Tahun 2010 ayat 2 huruf e, Senat Universitas memiliki 65% hak suara dan Mendiknas memiliki 35% hak suara.

“Jadi suara Senat Universitas tidak hanya sebagai pertimbangan tapi juga sudah termasuk penentu,” jelas Prof. Johan yang juga mengatakan bahwa tanggal pemilihan calon rektor telah ditentukan yaitu pada 4 November 2010.

Ketika ditanya mengenai harapan pemilihan rektor kali ini, Prof. Johan menyampaikan bahwa proses pemilihan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan lancar. Prof. Johan menegaskan bahwa Unpad bukan merupakan lembaga politik. Maka, proses pemilihan harus dilakukan secara intelektual dan santun.

“Diharapkan pula peran serta mahasiswa dalam memberikan aspirasinya. Walaupun mahasiswa tidak diberikan hak suara, mahasiswa memiliki hak bicara untuk mengetahui dan menilai calon rektor yang akan memimpin Unpad selanjutnya,” jelas Prof. Johan.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: