Prof. Dede Mariana, Gagas Akselerasi dan Pembaruan Tata Kelola Unpad

20 10 2010

[Unpad.ac.id, 20/10]Prof. Dede Mariana * Hampir dapat dipastikan bahwa seorang guru besar itu cerdas, namun persoalan tangkas atau tidak adalah perkara lain. Prof. H. Dede Mariana, Msi yang merupakan salah seorang bakal calon Rektor Unpad adalah seorang guru besar yang tak hanya cerdas melainkan juga tangkas.

Dalam pilrek kali ini, Prof. Dede Mariana hendak sejalan dengan agenda global penyelenggaraan pendidikan tinggi yakni, world class university, research university, entrepreneurship university, dan konsep-konsep lain sejenis. Dede sendiri merasa perlu menjawab strategi yang diperlukan untuk menjadi daya ungkit dalam akselerasi laju Unpad. Maka dari itu, ia mengusung visi akselerasi dan pembaruan tata kelola Unpad menuju WCU.

Hal tersebut hendak dilakukan di antaranya melalui peningkatan pelayanan dengan tata kelola universitas yang lebih baik berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabel, partisipatif, taat hukum, dan desentralisasi.

Berbicara tentang transparansi, guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unpad ini menyampaikan, “Kelihatannya publik internal dan eksternal Unpad tidak begitu mengetahui berapa anggaran Unpad dan cara dikelolanya. Padahal itu penting bagi berbagai pihak untuk berpartisipasi baik dalam pemikiran maupun pembiayaan.”

Menurutnya sekalipun publik tidak meminta, mereka itu perlu tahu. Mengambil contoh tentang adanya rumor kejomplangan penghasilan antara jabatan struktural dengan fungsional, hal itu merupakan salah satu yang mungkin dihindari bila transparansi mulai dilakukan melalui publikasi berkala yang terbuka untuk seluruh civitas academica.

Seandainya terpilih, Prof. Dede merencanakan penyusunan prosedur operasional standar (POS) dan standar pelayanan minimal (SPM) untuk setiap jenis pelayanan selesai di tahun pertama. “Sebenarnya rintisan untuk ini sudah ada, hanya saja belum dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.

Lalu dengan berharap kelak bisa tercipta pelayanan yang paperless, Prof. Dede merencanakan pengembangan sistem informasi akademik, administrasi, dan kemahasiswaan yang terintegrasi basis teknologi informasi dan komunikasi.

Ditanyai tentang peran strategis posisi sebagai rektor ia pun menjelaskan, “Saat ini dalam konteks Indonesia mau tidak mau organisasi itu sangat ditentukan oleh pucuk pimpinan.” Karenanya seorang rektor akan memiliki peran sentral dalam arah perbaikan perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Saat ini perbaikan dalam hal fisik dan kultur kerja sudah mulai berjalan ke arah yang lebih baik. Tapi perbaikan adalah proses berantai antargenerasi. Dengan kecerdasan dan ketangkasannya, Prof. Dede Mariana adalah salah seorang yang siap untuk melanjutkan estafet rantai itu.

Bicara tentang tangkas, seorang dosen di Fakultas Hukum Unpad, Yesmil Anwar, SH., MSi., menilai Prof. Dede sebagai sosok yang tangkas menjawab berbagai persoalan aktual. Yesmil mengaku sudah sering terlibat dalam berbagai kegiatan dengan Prof. Dede sejak lima belas tahun lalu.

Dari perspektif tri dharma perguruan tinggi meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, Prof. Dede dinilainya sudah melakukan ketiganya dengan baik. “Hasil-hasil penelitiannya sudah bisa kita lihat, bukunya banyak, dan pengabdian pada masyarakat ditunjukkan dalam menulis di koran, seminar, serta aktif di berbagai komunitas. Saat mengajar, ia komprehensif dan memberi ilmu-ilmu baru karena ia mau belajar,”ujar Yesmil.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: