Unpad Kembangkan Kerja Sama dengan PT Eropa

27 10 2010

PARIS, (PRLM).- Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung melakukan kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Eropa, masing-masing University Sciences Po, Universite La Harve, dan sebuah universitas lain di Hongaria.

Ketua Tim kerja sama Unpad yang diwakili Pembantu Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan prof. Dr. Rina Indiastuti mengatakan, kerja sama ini merupakan langkah dalam merealisasikan Unpad sebagai worldclass university. Menurutnya, setiap perguruan tinggi yang bekerja sama ini mengkaji ilmu yang berbeda-beda sehingga membuka peluang Unpad untuk mengembangkan dua misi Tri Dharma perguruan tinggi bidang pendidikan dan penelitian.

Rina mengatakan, syarat utama perguruan tinggi menjadi world class university adalah banyaknya karya tulis dosen dan mahasiswa yang dimuat di jurnal internasional. Dengan adanya kerja sama pendidikan dan penelitian perguruan tinggi bersama perguruan tinggi di luar negeri, memberi peluang besar bagi dosen dan mahasiswa untuk mengakses jurnal-jurnal tersebut. Sehingga nantinya akan dikembangkan pertukaran dosen dan mahasiswa (student and lecturer exchange) Unpad dengan perguruan tinggi yang bekerjasama.

Peluang lain adalah terbukanya kemungkinan doble degree bagi dosen dan mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang bekerjasama. Sedangkan untuk bidang penelitian akan terjalin hubungan joint research antara Unpad dan perguruan tinggi yang bekerjasama. Sehingga tercipta kerjasama antaruniversitas (university to university/U to U). Dengan demikian, akan terpenuhinya LOL Unpad sebagai syarat world class university.

“Dengan adanya kerjasama seperti ini akan terjadi kolaborasi riset antara para peneliti sampai ke tingkat publikasi. Publikasi itulah yang nantinya akan masuk dalam daftar jurnal persyaratan world class university,” ujar Rina menmabahkan.

Sementara itu, Perwakilan Dikti Suharyono, yang ikut serta dalam tim tersebut mengatakan, Dikti menyediakan anggaran bagi beasiswa peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa sebesar Rp 200 milyar pada tahun 2010. Anggaran ini diberikan dalam bentuk beasiswa bagi mahasiswa S1 yang akan masuk ke perguruan tinggi dan beasiswa S2 dan S3 yang akan melanjutkan pendidikan master dan doktoral.

Anggaran yang sama sebesar Rp 200 M akan dikeluarkan Dikti untuk tahun anggaran 2011, mengingat begitu tingginya keterserapan anggaran tersebut oleh mahasiswa dan dosen. Meskipun beasiswa untuk tingkat master dan doktoral sifatnya dikompetisikan.

Besarnya anggaran tersebut, kata Suharyono, sejalan dengan tuntutan UU guru dan Dosen yang mensyaratkan kualitas dan profesionalitas guru dan dosen. Sehingga sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mendorong kebutuhan tersebut dengan tersedianya anggaran beasiswa bagi dosen dan mahasiswa.

“Kalau menunggu kesadaran sendiri untuk melanjutkan pendidikan, kan sulit. Dosen banyak dikejar kebutuhan, orangtua calon mahasiswa juga banyak yang kesulitan melanjutkan pendidikan putra-putrinya, oleh karena itu dengan beasiswa ini Dikti mendorongnya,” ujarnya. (A-148/A-147

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: