Penghitungan Suara Pilrek Unpad Dilakukan Secara Elektronik dan Manual

29 10 2010

[Unpad.ac.id, 29/10] Pelaksanaan Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran Periode 2011-2015 tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan telah dilakukan menjelang Pemilihan yang akan dilakukan pada Sidang Pleno Senat Universitas, Kamis (4/11) mendatang baik dari teknis acara maupun hal-hal pendukung seperti sistem informasi secara elektronik.

“Dapat kita katakan bahwa persiapan telah sampai 90%. Kemarin juga telah dilakukan gladi resik dimana kami para panitia inti dan tenaga pendukung berkumpul dan membahas hal-hal teknis dalam proses pemilihan,” tutur Ketua Panitia Pemilihan Calon Rektor Unpad 2011-2015, Prof. Dr. Johan S. Mashjur, dr., SpPD-KEMD, SpKN., ditemui di ruang kerjanya, Ruang Senat Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Jumat (29/10).

Prof. Johan mengatakan bahwa persiapan dilakukan oleh 10 orang panitia inti yang terdiri dari ketua komisi dan sekretaris Senat Universitas. Ada juga tenaga pendukung yang menangani audio visual, logistik atau perlengkapan, pelaksana acara, sampai dengan security yang bertanggung jawab dalam pengamanan acara.

“Nanti akan kita coba adakan gladi resik sekali lagi terutama berkaitan dengan sistem elektronik. Sampai mana keandalannya. Karena selain dilakukan secara manual, yaitu menghitung surat suara, dalam pemilihan nanti kita akan melakukan pendataan pemilih dan penghitungan suara secara elektronik,” Tambah Prof. Johan.

Pendataan pemilih dan penghitungan suara secara elektronik menurut Prof. Johan akan difasilitasi oleh UPT. Dcistem. Dalam pemilihan rektor kali ini Dcistem memfasilitasi sistem informasi elektronik seperti pendataan pemilih dan proses penghitungan suara.

Kepala UPT Dcistem, Eddy Nurmanto yang ditemui di tempat yang berbeda menjelaskan bahwa nantinya  para pemilih (anggota senat Universitas) akan diberikan id card yang telah dilengkapi dengan barcode. Barcode tersebut akan “ditembakan” atau di scan di pintu masuk, dimana para pemilih dan undangan yang ada didalam ruangan bisa mengetahui siapa saja anggota senat yang telah hadir.

“Aplikasi daftar hadir ini juga akan langsung secara otomatis menghitung apakah sidang pleno telah mencapai kuorum yaitu 2/3 dari jumlah anggota senat,” jelasnya.

Kemudian pada proses penghitungan suara, surat suara yang yang berada dalam kotak suara nantinya akan dibuka dan dihitung secara manual oleh panitia. Panitia dan IT sama-sama akan melakukan penghitungan yang dapat dilihat di layar kanan dan kiri. Eddy Nurmanto mengatakan bahwa aplikasi telah dipersiapkan dalam satu bulan terakhir yang melibatkan 3 orang programmer. Ia juga mengatakan bahwa akan mempersiapkan dengan matang jaringan dan hal-hal terkait dengan kemanan sistem.

Terkait dengan penghitungan suara yang dilakukan secara elektronik dan secara manual, Prof. Johan mengatakan bahwa penghitungan suara dilakukan juga secara manual sebagai back up atau antisipasi jika teknologi informasi terjadi gangguan.

“Jadi kita selalu bersiap-siap andaikata yang elektronik mengalami gangguan, kita dapat back up dengan penghitungan manual,” kata prof. Johan.

Kehadiran Mendiknas
Terkait dengan kehadiran Mendiknas dalam Pemilihan rektor Unpad mendatang, Prof. Johan mengatakan bahwa informasi terakhir bahwa kehadiran Mendiknas kemungkinan akan diwakilkan. Namun pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut siapa yang nantinya akan mewakili mendiknas, dimana Mendiknas memiliki 35% Hak suara dalam pemilihan ini.

Kemudian terkait prosesnya nanti, seperti yang telah ia jelaskan sebelumnya, bahwa penghitungan suara menggunakan rumus, bahwa suara mendiknas 35% dan Anggota senat 65%. Sehingga bila ada sekira 200 anggota senat hadir saat pemilihan, maka 35/65 dikalikan 200, yang hasilnya merupakan jumlah kertas suara yang menjadi hak Mendiknas.

Mengenai kehadiran para anggota senat yang dalam hal ini memiliki hak suara pada pemilihan ini, Prof. Johan mengatakan bahwa undangan untuk anggota senat telah disebarkan mulai dari Senin lalu. Selain undangan, panitia juga mencantumkan Curriculum Vitae masing-masing bakal calon rektor dan juga program kerjanya.

Menurut Prof.Johan, dengan diberikannya CV dan program masing-masing bakal calon rektor, anggota senat dapat mempelajari terlebih dahulu seperti apa sosok calon rektor, dari pribadi sampai dengan hal-hal yang akan dilakukan demi kemajuan Universitas.

“Pemilihan rektor ini merupakan peristiwa 4 tahun sekali, dimana kita memilih siapa pimpinan kita. Maka, kami selalu mengharapkan seluruh anggota senat dapat hadir dan menggunakan hak pilihnya secara aktif dalam pemilihan Rektor periode 2011-2015 ini,” tutup Prof. Johan.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: