BEM Kema Unpad Apresiasi Prestasi Mahasiswa Lewat Unpad Awards

8 12 2010

[Unpad.ac.id, 8/12] Red carpet atau karpet merah, kini tak lagi menjadi istilah megah yang hanya digunakan dalam ajang-ajang bergengsi yang digelar stasiun televisi di tanah air ataupun luar negeri. Kemeriahan hamparan karpet merah juga nyatanya bisa terlihat dalam acara Unpad Awards yang berlangsung di GOR Pakuan Universitas Padjadjaran Jatinangor Minggu (5/11) ini.

Para mahasiswa berprestasi penerima Unpad Awards (Foto: Hera Khaerani)

apresiasi untuk mahasiswa berprestasi ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan BEM Kema Unpad dalam rangkaian Education Festival 2010. Irama degup jantung para nominator tentu semakin tak menentu seiring penantian panjang mereka yang segera berlalu.

Terdapat lima kategori yang dilombakan dalam Unpad Awards ini, yakni kesenian, kewirausahaan, olah raga, penalaran, pengabdian kepada masyarakat. Nama-nama yang masuk dalam nominasi sudah diumumkan sejak akhir November lalu dan Minggu (5/12) yang lalu, para pemenang diumumkan.

Hasilnya adalah, Lestari Putri menjadi pemenang kategori kesenian, Angga Kusumanegara untuk kategori kewirausahaan, Aep Ruhiat di kategori Olah Raga, Dwi Monik Permanasari dalam Penalaran, dan  Haidy Cukra Anesta S. untuk PKM.

Mengingat ketatnya persaingan, tak ada satu pun dari kelima pemenang Unpad Awards itu yang menyangka akan memenangkan penghargaan tersebut. Mereka harus melalui perjuangan panjang, dimulai dari melengkapi berkas, menunjukkan prestasi, juga wawancara untuk mengetahui motivasi dan konsistensi masing-masing.

Haidy misalnya, mahasiswa Fakultas Keperawatan angkatan 2007 itu mengaku sangat terkejut akhirnya bisa memenangkan penghargaan untuk kategori PKM. “Sama sekali tidak menyangka bisa menang karena ada juga yang memiliki PKM serupa,” ungkapnya yang ditemui usai menerima piala.

Hal serupa juga diungkapkan keempat pemenang lainnya, namun tampaknya tidak ada yang mengalahkan keterkejutan Lilis Indrayani. Mahasiswi angkata 2007 dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam itu terlihat sangat gugup saat melangkahkan kakinya di atas karpet merah menuju panggung. Ia terkesan takut dan ragu-ragu. Bahkan ketika sampai di atas panggung, hal pertama yang ia ucapkan adalah, “Beneran saya?”

Lilis, peraih Special Award dalam Unpad Awards 2010 (Foto: Hera Khaerani)

Keterkejutan itu cukup beralasan karena kategori Special Award memang belum diumumkan sebelumnya. Lilis sendiri tadinya merupakan salah satu nominator dalam kategori penalaran.

Special Award menjadi penghargaan yang secara khusus diperuntukkan bagi Lilis yang memiliki prestasi yang berbeda. April 2009 lalu, Lilis mengikuti Kontes Robot Indonesi dan berhasil mendapat juara satu. Berkat kemenangannya itu, ia dikirim mewakili Indonesia di Kejuaraan Robotika Internasional di Jepang. Dalam kejuaraan internasional itu, ia mendapat peringkat kedua dan kemenangannya itulah yang lagi-lagi akan mengantarkannya ke Jepang mewakili Indonesia untuk studi di Universitas Hiroshima, Kyoto.

Di atas panggung, Lilis sempat bercerita tentang jalan yang telah ia tempuh hingga kini menjadi juara. “Saya sebenarnya tidak terlalu suka Fisika, tapi saat SMP dulu selalu dimotivasi oleh guru. Setelah banyak membaca, saya justru jadi tertarik untuk mengulik robot,” kisahnya.

Ketertarikannya untuk membuat robot itu bukanlah tanpa hambatan. Menurut Lilis, dulu teman-temannya sering menertawakan usahanya. “Sudah, remaja masjid mah mengaji saja,” kenangnya terhadap kalimat yang pernah dikatakan seorang teman.

Perlakuan yang tak jauh berbeda juga dilakukan orang tuanya. Mereka merasa usaha Lilis membuat robot hanyalah sia-sia mengingat pengetahuannya tentang robot sangat terbatas. Perlu dicatat bahwa gadis yang satu ini lebih banyak belajar secara otodidak melalui membaca dari internet dan sebagainya. Selain itu ia juga sering berkunjung ke perguruan tinggi lain untuk belajar tentang pembuatan robot.

Bukan hanya takdir yang telah mengantarkan Lilis ke panggung Unpad Awards, melainkan juga tekad. Hal itu pula yang ditunjukkan para pemenang lainnya dalam ajang itu. Mengutip perkataan Lilis, “Tidak ada manusia yang gagal. Yang ada hanyalah yang mau berusaha dan yang tidak mau berusaha.”

Tahun depan ajang yang sama akan kembali digelar, tentu saja untuk mengapresiasi mahasiswa yang sudah mau berusaha. Selamat berusaha dan berprestasi.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: