Perwakilan Ditjen Dikti Kunjungi Unpad Lakukan Monev Beasiswa Luar Negeri

8 12 2010

[Unpad.ac.id, 8/12] Untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan beasiswa yang didapatkan oleh mahasiswa atau dosen di sebuah perguruan tinggi, perlu ada sebuah kegiatan monitoring dan evaluasi. Adapun aspek yang menjadi penilaian dalam kegiatan tersebut adalah dari aspek administrasi, keuangan dan juga aspek akademis.

Suasana kunjungan lapangan Ditjen Dikti ke Unpad terkait monitoring dan evaluasi beasiswa S-2/S-3 luar negeri (Foto: Malikkul Shaleh)

“Ini kami lakukan untuk memastikan bahwa tidak ada masalah yang berarti dalam hal pengelolaan. Kalaupun ada itu akan menjadi bahan evaluasi kami, sehingga bisa diperbaiki untuk masa yang akan datang,” ujar Drs. Istri Hardiyati, M.M dari Direktorat Ketenagaan Ditjen Pendidikan pada acara kunjungan lapangan Monitoring dan Evaluasi beasiswa S2/S3 Luar Negeri Ditjen Pendidikan Tinggi di Ruang Rapat, Kantor Kerja Sama, Kampus Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (8/12).

Istri Hardiyati bersama timnya, Dr. Yusuf Fuad dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Anis Apriliawati, disambut langsung oleh Pembantu Rektor Bidang Kerja sama, Prof. Dr. Tb. Zulrizka Iskandar, S.Psi., M.Sc, Direktur Kerja Sama Unpad, Ramdan Panigoro, dr., Ph.D dan Direktur Pengembangan SDM, Handarto, S.TP., M.Agr., Ph.D.

Dalam laporannya, disebutkan bahwa sebanyak 79 mahasiswa Unpad tercatat pada tahun 2008 dan 2009 telah mendapatkan beasiswa ke luar negeri, dan pada tahun 2010 sebanyak 12 orang. Namun ada beberapa yang memang perlu diperiksa kembali terkait administrasi.

Kegiatan monitoring tersebut berjalan dua arah dan diskusi pun berjalan sangat aktif. Yusuf mengatakan bahwa akan ada beberapa pembaharuan yang akan diterapkan tahun mendatang. Misalnya, bahwa mahasiswa yang bersangkutan harus langsung melapor ke Dikti sebelum dan sesudah menyelesaikan studi, jadi tidak dari atau menuju tempat dimana mahasiswa berasal.

“Ini kami perlukan, agar kami pun memiliki data yang lengkap tentang mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. Ini pun bisa kita jadikan rujukan untuk mengevaluasi pengelolaan beasiswa yang telah berjalan,” tuturnya.

Menurut Istri Hardiyati, kunjungan lapangan ini pun bertujuan agar tim lebih mengetahui secara langsung masalah-masalah baru yang timbul. Prediksi tentang masalah administrasi serta kemungkinan jumlah mahasiswa yang belum selesai juga dibutuhkan sebagai bagian dari perencanaan Dikti untuk anggaran tahun mendatang.

“Dibeberapa kasus yang kami dapati bahwa ada kecurangan-kecurangan yang memang sengaja dilakukan oleh mahasiswa terkait masalah administrasi. Saya berharap ini tidak terjadi di Unpad,” jelasnya.

Yusuf juga menghimbau bahwa universitas dalam hal ini harus membuat kontrak tertulis dengan calon penerima beasiswa, sehingga tidak ada yang dirugikan nantiya. Di dalam kontak tersebut disebutkan termasuk mengenai kurs mata uang yang selama ini sering menjadi masalah. Penerima beasiswa juga diminta lebih terbuka mengenai kekurangan atau kelebihan pengiriman uang.

“Selain semua hal tersebut, saya juga minta untuk setiap mahasiswa yang telah selesai untuk membuat semacam testimoni atau penilaian terhadap universitas dimana dia belajar. Ini harus dilakukan sehingga kualitasnya diketahui, karena ini juga akan mempengaruhi Unpad misalnya untuk bisa menjadi universitas berskala internasional,” jelasnya.

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: