Disiplin Ilmu Mahasiswa Perkaya LKTI MTQ Unpad 2010

20 12 2010

[Unpad.ac.id, 20/12] Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) merupakan jenis lomba yang sudah umum dipertandingkan antarmahasiswa baik di tingkat perguruan tinggi maupun nasional. Keberadaan LKTI turut memperkaya perkembangan keilmuan dan menjadi ajang berbagi pengetahuan yang berbeda. Namun apa yang terjadi jika LKTI menjadi salah satu cabang lomba dalam Musabaqah Tilawatil Quran yang merupakan ajang perlombaan terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan kitab suci umat Islam itu?

Peserta dari Fakultas Farmasi Unpad saat mempresentasikan karya tulisnya (Foto: Hera Khaerani)

Dalam LKTI MTQ Unpad 2010 yang berlangsung Minggu (19/12) ini di ruang perkuliahan Pascasarjana Kampus Unpad Dipati Ukur, terlihat bahwa karya tulis ilmiah yang disusun bisa menjadi sama mengejutkannya dengan lomba karya tulis sejenis di luar konteks MTQ. Terdapat sepuluh tim yang mengikuti cabang lomba tersebut dan sebagian di antara mereka membuat karya tulis yang terkait dengan disiplin ilmu yang ditekuni.

Nur Choirul Afif, Totong Sudarto, dan Muhammad Rofi’i misalnya, ketiga mahasiswa Fakultas Ekonomi itu memilih membahas tentang pengelolaan zakat sebagai solusi alternatif dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Tentu saja itu sangat berhubungan dengan ilmu yang mereka pelajari di kampus.

Lalu ada pula Wildan Ghiffary, Indriani, dan Furqon yang berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Mereka membahas tentang adanya laut yang tidak bercampur antara satu dengan lainnya. Fakta ilmiah itu mereka kaitkan dengan ayat di dalam kitab suci yang secara tersirat menyebutkan tentang hal itu.

Peserta-peserta lainnya juga menyajikan pembahasan lain yang tak kalah menarik. Ada yang berbicara tentang rayap, hujan, pertanian, tradisi lokal,manfaat kekhusyukan dalam shalat untuk jantung sehat, pola kepemimpinan yang layak diterapkan di Indonesia, perbandingan musik klasik dengan murottal quran untuk relaksasi, dan tentang tenaga kerja wanita di luar negeri. Semua kajian yang diajukan itu ternyata bisa dihubungkan dengan kandungan quran.

Cabang lomba ini dinilai oleh Dr.H. Fahmy Lukman, M.Hum dan Andri Abdurrochman, S.Si., MT. Diwawancarai usai presentasi semua peserta, Andri yang merupakan tenaga pengajar Jurusan Fisika FMIPA Unpad itu menjelaskan bahwa sebelumnya para peserta diberikan tiga pilihan tema, yakni hubungan quran dengan ekonomi, hubungan quran dengan sosial, dan hubungan quran dengan ilmu dan pengetahuan. “Di tingkat MTQ Nasional pun tiga tema itu yang umumnya diberikan dan pada dasarnya dengan tiga tema itu, apapun yang ditulis bisa dikaitkan dengan quran,” jelas Andri.

Andri juga menuturkan bahwa keberadaan LKTI dalam MTQ itu karena perlombaan itu menyangkut segala sesuatu yang berhubungan dengan quran, mulai dari suara (tilawah), tulisannya (khat), kemudian juga kontennya. Tentu saja, selain fahmil quran, syarhil dan debat bahasa Inggris dan Arab, LKTI juga termasuk dalam kategori yang ketiga itu.

Sementara itu terkait variasi materi dan bidang keilmuan yang dimunculkan para peserta, Andri berkata, “Itu sangat bagus karena secara umum quran hanya dikenal sebagai pedoman syariah saja, tentang hukum dan tata cara ibadah. Tapi dengan memunculkan karya tulis ilmiah, lebih ditekankan kembali bahwa quran itu sendiri adalah pedoman hidup bagi manusia.”

Lebih lanjut ia pun mengatakan bahwa quran itu seperti cetak biru alam semesta. Ini membuat sesungguhnya tak mengherankan jika ada peserta yang bisa berbicara tentang laut, rayap, dsb., dengan merujuk pada quran ataupun hadits.

Andri menilai kemampuan para peserta untuk mengaitkan judul karya tulis dengan tema sudah cukup baik, demikian pula halnya dengan kemampuan presentasi mereka. Sayangnya ada kekurangan yang cenderung muncul pada semua peserta, yakni pelanggaran pada format penulisan. “Ini lomba karya tulis tapi penulisan tidak ada yang bagus semua,” sebutnya.

Selain itu ada hal lain yang juga menyita perhatiannya, yakni cara pandang yang dimiliki peserta. “Cara pandang mereka perlu diasah lagi, yakni bahwa quran yang menjadi pegangan dalam berilmiah, bukan sebaliknya,  yang membuat seolah quran mengikuti fakta,” kata Andri.

Perolehan nilai dari cabang lomba ini masih dirahasiakan dan nantinya akan diumumkan melalui fakultas. Sebagaimana sepuluh cabang lomba lainnya dalam MTQ Unpad 2010 ini, lomba di tingkat universitas ini menjadi seleksi untuk menyiapkan tim yang akan didelegasikan di MTQ mahasiswa nasional 2011 mendatang.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: