Bidik Misi Unpad 2011

17 01 2011

[Unpad.ac.id, 17/01/2011] Dalam penerimaan mahasiswa baru, setiap perguruan tinggi negeri (PTN) wajib menerima mahasiswa dari keluarga tidak mampu sebanyak minimal 20 %. Hal tersebut diimplementasikan dengan program pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, yang tahun 2010 lalu meluncurkan program Bidik Misi.

Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia (kiri) berharap kuota Bidik Misi sebanyak 500 mahasiswa di Unpad dapat tercapai penuh tahun ini (Foto: Tedi Yusup)*

“Program bidik misi ini memberikan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di 104 perguruan tinggi penyelenggara, termasuk Universitas Padjadjaran,” kata Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia pada saat acara Jumpa Pers Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad 2011, di Wisma Unpad Jln. Cimandiri No.14 Bandung, Senin (17/1).

Prof. Ganjar kemudian menekankan bahwa yang dimaksud dengan Bidik Misi ini terminologinya bukan beasiswa, tapi bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Menurutnya, bukan berarti setiap kebutuhan para siswa ditanggung seluruhnya. Banyak pengalaman di beberapa Universitas termasuk Unpad, dimana program Bidik Misi ini berkesan seluruh kebutuhan dibebankan pada program ini.

“Untuk tahun ini, jumlahnya Rp 6 juta per semester. Terdiri dari biaya hidup dan biaya pendidikan. Biaya pendidikan tentu dikelola oleh universitas. Namun biaya hidup, Rp 600 ribu per bulan diserahkan kepada mereka,” jelas Prof. Ganjar.
Seperti halnya tahun lalu, Unpad tahun 2011 ini akan menerima 500 orang mahasiswa dari program Bidik Misi yang tentu akan didistribusikan ke seluruh fakultas. Seperti apa pembagiannya, Prof. Ganjar mengatakan Unpad menggunakan angka atau rumus yang dilihat dari proporsi mahasiswa yang diterima di SNMPTN dan SMUP.

Ketika ditanya wartawan seputar mekanisme program Bidik Misi ini, Prof. Ganjar mengatakan Unpad telah dan akan terus melakukan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi terkait dengan program ini.

“Program ini sudah jelas dan akan terus bergulir. Unpad terus melakukan persiapan mengacu pada evaluasi pelaksanaan di tahun lalu agar program Bidik Misi ini dilaksanakan tepat sasaran,” tambah Prof. Ganjar.

Informasi pendaftaran terkait program Bidik Misi ini, kata Prof. Ganjat dapat diakses di http://bidikmisi.dikti.go.id. Terkait proses penyaringan, mengenai syarat-syarat dan penilaian tidak mampu, Unpad akan mengikuti standar nasional.

“Selain melakukan wawancara, ada ukuran-ukuran tertentu terkait menghitung garis kemiskinan. Ada beberapa kriteria seperti berapa pendapatan suami, berapa pendapatan istri, jumlah anak, lokasi rumah, dan kriteria lainnya,” kata Prof. Ganjar.

Ketika ditanya wartawan bagaimana jika ada mahasiswa tidak mampu yang ternyata ketahuan mampu, Rektor mengatakan tentu saja mahasiswa yang bersangkutan akan dicabut programnya. Hal tersebut bahkan tertera dalam perjanjian.

Mengacu pada tahun lalu, kuota yang disediakan 500 orang memang tidak tercapai. Dimana hanya 345 yang mendaftar. Rektor berharap bahwa pelaksanaan program Bidik Misi yang telah dicanangkan pemerintah ini juga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi para calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik baik, namun betul-betul berasal dari keluarga tidak mampu. (eh)*


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: