Terpilih Dapat Beasiswa, Dua Mahasiswa Unpad Pelajari Pluralisme Beragama di Amerika Serikat

18 03 2011

[Unpad.ac.id, 15/03/2011] Dua mahasiswa Unpad terpilih untuk menerima beasiswa Study of the United States Institute (SUSI) for Indonesian Student Leaders on Religious Pluralism in the United States. Mereka adalah Febe Amelia Haryanto (Hubungan Internasional FISIP, 2007) dan Ridwan Sobirin (Ekonomi Studi Pembangunan FE, 2009). Bersama dengan 18 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, keduanya berkesempatan untuk mewakili Indonesia dan mempelajari kehidupan pluralisme beragama (religious pluralism) dan kaitannya dengan sistem demokrasi dan konstitusi AS.


Ridwan dan Febe di depan gedung pemerintahan AS, White House * 

Program yang berlangsung sekira dua bulan (Januari-Februari 2011) ini disponsori oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (U.S. Department of State) dan diselenggarakan oleh Dialogue Institute (DI) dan International Center for Contemporary Education (ICCE). Program ini tidak hanya diselenggarakan dalam bentuk kuliah tatap muka, namun juga dalam bentuk kunjungan ke berbagai tempat penting di Amerika Serikat, termasuk ke tempat-tempat ibadah.

Selain itu, dalam program tersebut setiap mahasiswa juga berkesempatan untuk menjelaskan bagaimana kehidupan dan hubungan antaragama, suku, atau pun etnis di Indonesia. Secara umum, program ini bertujuan untuk mencapai mutual understanding antar kedua belah pihak.

Selama empat minggu pertama, mereka menetap di Philadelphia, PA karena program utamanya berlangsung di Temple University. Melalui program weekend with host family, para peserta merasakan bagaimana hidup dalam budaya keluarga Amerika. Tak hanya itu, mereka juga mendapat kesempatan menjadi volunteer pada peringatan MLK Day (Martin Luther King’s Day) pada tanggal 26 Januari 2011 lalu.

Tidak berbeda dengan program pertukaran pelajar lainnya, mereka pun harus menampilkan pertunjukkan budaya asli Indonesia. Mereka tampil di depan warga AS menjelang hari-hari terakhir mereka di Philadelphia pada acara closing dinner. Sambutan warga di sana sangat positif. Para penonton antusias dan terpukau ketika melihat pertunjukkan berbagai kesenian daerah, seperti Tarian Saman, Pencak Silat, Tarian Bugis, dan nyanyian lagu daerah yang dikemas apik oleh seluruh peserta program tersebut.

Di sela-sela program, mereka juga pergi ke New York selama tiga hari untuk mengunjungi berbagai tempat penting, seperti Ellis Island dan Statue of Liberty, Islamic Cultural Center of New York, Ground Zero Tribute Center, Human Rights Watch, New York Tolerance Center, United Nations, dan New York Public Library. Di Islamic Cultural Center of New York, mereka bertemu dan berbincang-bincang dengan Imam Shamsi Ali, seorang imam yang berasal dari Makassar, Indonesia, tentang Islam di Amerika Serikat pasca 9/11 dan interfaith cooperation yang sangat sering terjadi di sana.

Mereka juga mengunjungi dua kota lainnya, yakni Orlando, Florida dan Washington D.C. Di Florida mereka berkunjung ke University of Central Florida (UCF), Wekiva Spring State Park, perkebunan jeruk di Orange County, Disney World Magic Kingdom dan Universal Studio Orlando. Sementara di Washington D.C., mereka berkunjung ke beberapa gedung pemerintahan AS seperti White House, Capitol Hill, Senate Office Building, dan U.S. Department of State di mana mereka mengakhiri program dan mendapatkan sertifikat kelulusan.

“Saya merasa bersyukur bisa mendapatkan kesempatan berharga ini. Selain bisa merasakan bagaimana rasanya mengenyam pendidikan di AS, saya juga bisa berlatih menjadi duta bagi  negara kita, Indonesia. Banyak pelajaran dan pengalaman tak terlupakan dari program ini yang mengubah saya untuk bisa belajar lebih menghargai perbedaan dan meninggalkan prejudice ataupun stereotype yang pernah melekat,” ujar Febe, yang saat ini tengah mengerjakan skripsinya dengan tema diplomasi publik AS.

Sementara itu, Ridwan berharap bahwa dengan ikutnya ia dalam program ini, ia dapat membantu menciptakan situasi perdamaian di masa yang akan datang, terutama bagi para generasi muda yang nantinya akan menjadi para pemimpin bangsa di masa depan.

Keduanya saat ini bersama dengan alumni peserta SUSI lainnya masih sering melakukan pertemuan rutin guna menyukseskan program tindak lanjut (action plan) mereka pasca mengikuti program ini, baik program secara individual maupun regional. Saat ditanya lebih lanjut mengenai program bersama mereka, mereka kompak menyebutkan slogan “Untuk Indonesia yang lebih damai”.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: