Qaida Dlarieba Untsa, Raih IPK Tertinggi Sekaligus Masa Studi Tercepat

14 11 2011

Hasil itu merupakan cerminan dari usaha. Jika ingin hasil yang baik, maka usaha yang dilakukan pun harus baik. Hal inilah yang diyakini lulusan Fakultas Hukum Unpad, Qaida Dlarieba Untsa. Dengan melakukan usaha yang terbaik, ia berhasil meraih predikat sebagai lulusan peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi (3,91) sekaligus lulus tercepat (3 tahun 2 bulan) pada Wisuda Gelombang I tahun akademik 2011/2012.

Qaida Dlarieba Untsa (Foto: Lydia OA)*

“Saya tidak pernah menyangka akan meraih prestasi ini. Tapi Ayah saya pernah bilang kalau hasil itu cerminan dari usaha. Itu yang selalu saya pegang,” ujar gadis yang akrab dipanggil Untsa ini saat ditemui di ruang Unpad News and Information Center (UNIC) UPT Humas Unpad, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (9/11).

Pada mulanya, tidak pernah terpikir oleh Untsa bahwa ia akan mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum. Ia memiliki keinginan kuat untuk menjadi seorang dokter, sejalan dengan jurusan IPA yang ia ambil ketika SMA. Ia bahkan pernah meraih 50 besar Olimpiade Biologi SMA tingkat nasional, yang menjadikannya semakin ingin menekuni bidang ini.

Namun setelah mengikuti beberapa kali ujian masuk di berbagai perguruan tinggi, ia selalu gagal masuk Fakultas Kedokteran. Akhirnya ketika mengikuti SNMPTN, ia lolos masuk FH Unpad walaupun ini adalah pilihannya yang ketiga. Pilihan ini akhirnya ia ambil karena sesuai dengan karakter dirinya yang gemar berbicara di depan publik.

Walaupun demikian, ia tidak pernah merasa kesulitan belajar di FH Unpad. “Kata orang-orang hukum itu bukunya tebal-tebal dan hapalannya banyak.  Tapi saya pribadi tidak pernah menghapal. Jadi kalau belajar itu saya ambil intisarinya, lalu saya rangkum pakai kata-kata sendiri,” ujar Untsa saat membagi trik belajarnya.

Gadis kelahiran Jakarta, 29 April 1990 ini pun merasa bahwa aktif di organisasi merupakan hal yang penting.  Selain dapat membantunya untuk belajar, dengan aktif berorganisasi, Untsa pun ingin membuktikan bahwa sesungguhnya aktif berorganisasi bukanlah halangan untuk meningkatkan prestasi. Menurutnya, banyak hal yang ia dapat dari berorganisasi, seperti sifat kepemimpinan, belajar bersosialisasi, dan belajar mengelola agar sebuah organisasi tetap solid.

Di Fakultas Hukum, ia aktif dalam organisasi Kelompok Studi Hukum (KSH) Unpad. “Jadi saya memang memilih organisasi yang bisa menyeimbangkan antara kuliah dan organisasi itu sendiri,” ujarnya saat mengungkapkan alasan aktif di KSH Unpad.

Melalui KSH pula, Untsa yang sempat dipercaya menjadi Pementor, Bendahara, dan Kepala Departemen Internal KSH  ini selalu aktif mendiskusikan beberapa topik yang berkaitan dengan hukum bersama senior, rekan-rekan, dan juniornya. “Menurut saya, cara belajar paling asik memang seperti itu, ketimbang baca buku terus,” tutur Untsa.

Setelah lulus Strata 1, Untsa berharap akan dapat melanjutkan pendidikannya, serta dapat menyeimbangkannya dengan karir.  Sekali lagi, ia berpendapat hal  ini akan tercapai jika ada usaha. “Inginnya sih kuliah dapat kerja juga dapat. Soalnya saya berpikir kalau lulusan S-2 tetapi pengalaman kerja belum ada susah juga,” ujarnya. (unpad)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: