Ratusan Murid SD Senang Bisa Merasakan Kuliah di Unpad

14 11 2011

Bagaimana jadinya bila anak usia 9-12 tahun sudah mengikuti kegiatan kuliah di perguruan tinggi? Inilah yang terjadi di Kinderuniversitaet (children university). Dalam acara gelaran Unpad dan DAAD (Kantor Dinas Pertukaran Akademis Jerman) ini, ratusan anak terlihat antusias memperhatikan materi kuliah yang disampaikan, dan melontarkan sejumlah pertanyaan kepada para dosen saat itu, yakni Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia dan Direktur DAAD untuk Indonesia, Dr. Helmut Buchholt.

Direktur DAAD untuk Indonesia, Dr. Helmut Buchholt, saat memberikan kuliah kepada murid SD di Unpad (Foto: Dadan T.)*

Kegiatan pertama dari Kinderuniversitaet ini digelar di Bale Rumawat Padjadjaran, kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Sabtu (12/11). Acara ini diikuti oleh sekira 119 murid Sekolah Dasar di Bandung, yakni SD PN Sabang, SDN Mochamad Toha, SDN Tikukur 1, SDN Tikukur 2, SD Darul Hikam 1, SD Darul Hikam 2, SDN Coblong 2, SDN Banjarsari, Cendikia Leadership School, SD Pribadi Bilingual, SD Nurul Aulia, SDN Haurpancuh, SD Giki, SDN Dr. Cipto, SDN Tili 4, dan SDN Sekeloa 2.

“Acara ini digelar agar anak-anak dapat berinteraksi dengan dosen di perguruan tinggi. Kita ingin mengikutsertakan kalian sejak dini untuk tahu perguran tinggi,” ujar Direktur Kerja Sama Unpad, Ramdan Panigoro, dr., PhD saat memberikan sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Helmut Buchholt menyampaikan materinya mengenai “Apakah Universitas Itu?” Ia menjelaskan pada para siswa bahwa universitas merupakan sebuah “sekolah besar”atau “sekolah tinggi” yang dapat ditempuh bila para siswa sudah menyelesaikan pendidikan SD, SMP, dan SMA dengan baik.

Setelah menjelaskan banyak hal tentang universitas kepada para siswa, Dr. Buchholt  pun mengajak mereka dalam sebuah kesimpulan, “Jadi universitas adalah institusi untuk produksi pengetahuan dan memberi pengetahuan itu kepada mahasiswa dan masyarakat,” tuturnya.

Tidak ketinggalan, Dr. Buchholt pun menjelaskan beberapa istilah yang umum digunakan di lingkungan universitas, seperti sebutan “mahasiswa” untuk murid yang belajar di universitas, lalu guru di universitas disebut dosen, guru besar, atau profesor, dan juga gedung universitas yang biasa kita sebut kampus. Ia juga menampilkan sejumlah foto kegiatan perkuliahan dari beberapa program studi.

Rektor Unpad diwawancari murid SD usai kegiatan Kinderuniversitaet (Foto: Dadan T.)*

Sementara Prof. Ganjar memaparkan materi kuliahnya tentang bahasa. Ia memaparkan bahwa bahasa merupakan ciri dari suatu suku bangsa,. Di dunia ada sekira 6.000 bahasa, namun kini banyak bahasa yang mulai hilang. “Supaya tidak mati, maka bahasa harus dilestarikan, dengan menggunakan bahasa itu sebaik-baiknya,” ujar Prof. Ganjar.

Prof. Ganjar pun menjelaskan bahwa anak yang terbiasa menggunakan lebih dari dua bahasa akan lebih pandai dari anak yang hanya menggunakan satu bahasa saja. Menurutnya, otak anak yang menggunakan lebih dari dua bahasa akan semakin terasah karena memiliki memori yang lebih besar.

Sejumlah pertanyaan pun terlontar dari para siswa ini. Mereka bukan hanya bertanya tentang perkuliahan di universitas, tetapi juga banyak bertanya tentang Jerman. Apalagi, sebelum mengikuti perkuliahan, para siswa terlebih dahulu diperkenalkan dengan negara Jerman oleh Kepala Program Studi Sastra Jerman Fakultas Sastra Unpad, Hesti Puspa Handayani M.Hum dan sejumlah mahasiswa Unpad asal Jerman yang membuat para siswa semakin antusias tentang Jerman.

Beberapa pertanyaan seperti , Jerman pernah dijajah atau tidak? Kapan Jerman merdeka? Apakah ada pertukaran siswa ke Jerman? Siapa nama presiden dan apa judul lagu kebangsaan Jerman? atau Kalau tidak mampu, sekolahnya gratis atau bayar? Semua pertanyaan ini dijawab oleh para dosen secara lugas, dengan bahasa yang mudah dimengerti bagi anak-anak.

Ditemui seusai acara, siswa kelas 6 SD Giki, Sarah Aida Chandra mengaku senang mengikuti perkuliahan ini. “Senang karena saya jadi tahu kalau perguruan tinggi itu seperti apa, dan saya juga jadi bisa kenalan sama orang-orang Jerman. Pokoknya perngalaman yang tidak akan pernah terlupakan,” ujarnya. (unpad)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: